Wednesday, November 22, 2017

Perbedaan ejaan van ophuijsen dan ejaan soewandi

Pada pelajaran Bahasa Indonesia ini kita akan membahas apa sih perbedaan antara ejaan van ophuijsen dan ejaan soewandi, dalam artikel ini juga akan kami coba untuk jelaskan arti ejaan soewandi beserta ciri-ciri serta contohnya.

Jelaskan arti ejaan soewandi

Ejaan soewandi adalah ketentuan ejaan dalam bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947. Ejaan ini disebut juga dengan edjaan Soewandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu.
perbedaan ejaan van ophuijsen dan ejaan soewandi
ejaan van ophuijsen dan ejaan soewandi

Perbedaan ejaan van ophuijsen dan ejaan soewandi

Ejaan Van Ophuijsen 

mempunyai ciri-ciri khusus diantaranya:
1)      Masih menggunakan huruf/ j/ untuk bunyi huruf /y/ seperti contoh yang atau Sayang  ditulis dengan  jang, sajang.
2)      Masih menggunakan huruf /oe/ untuk untuk bunyi huruf /u/ seperti kata itu dan guru ditulis dengan itoe dan guroe.
3)      Masih Menggunakan Tanda diakritik, seperti koma ain /’/ seperti contoh ma’moer, ‘akal, dan huruf  /k/ ditulis dengan tanda /’/ pada akhir kata misalnya bapa’,ta’
4)      Jika pada suatu kata berakhir dengan huruf /a/ mendapat akhiran /i/, maka di atas akhiran itu diberi tanda trema /’/  ta’, pa’, dinamai’
5)       Huruf /c/ yang pelafalannya keras diberi tanda /’/ diatasnya.
6)      Kata ulang diberi angka 2, misalnya: jalan2 (jalan-jalan)
7)       Kata majemuk dirangkai ditulis dengan 3 cara :

Contoh ejaan van ophuijsen

a.       Dirangkai menjadi satu, misalnya /hoeloebalang, apabila/, dsb.
b.      Dengan menggunakan tanda penghubung misalnya /rumah-sakit/,dsb.
c.       Dipisahkan, misalnya /anak-negeri/,dsb.

Ejaan Soewandi 

mempunyai ciri-ciri khusus diantaranya:
1)      Penggunaan huruf /oe/ dalam ejaan Van Ophuijsen berubah menjadi /u/ seperti pada contoh guru, itu, umur.
2)      Masih menggunakan huruf /dj/ djalan untuk kata jalan, /j/ pajung untuk kata payung, /nj/ bunji untuk kata bunyi, /tj/ tjukup untuk kata cukup, /ch/ tarich untuk kata tarikh.
3)      Tanda Koma ain dan koma hamzah untuk  bunyi sentak dihilangkan ditulis dengan k, seperti pada kata-kata tak, pak, makmur, rakyat.
4)      Kata ulang masih seperti ejaan Van Ophuijsen ditulis dengan angka 2, seperti anak2, jalan2, ke-barat2-an.  Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang             mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan dengan  imbuhan di- pada ditulis, dikarang.
5)      Huruf /e/ keras dan /e/ lemah ditulis tidak menggunakan tanda, misalnya ejaan, seekor, dsb.
6)      Tanda trema pada huruf /a/ dan /i/ dihilangkan.dinamai’ menjadi dinamai
7)      Penulisan kata ulang dapat dilakukan dengan dua cara

Contoh ejaan soewandi:

a.       Berlari-larian
b.      Berlari2-an
8)      Penulisan kata majemuk dapat dilakukan dengan tiga cara
      Contohnya :
a.       Tata laksana
b.      Tata-laksana
c.       Tatalaksana
9)      Kata yang berasal dari bahasa asing yang tidak menggunakan /e/ lemah (pepet) dalam bahasa Indonesia ditulis tidak menggunakan /e/ lemah, misalnya : /putra/ bukan /putera/, /praktek/ bukan /peraktek/, dsb.
 Baca juga: pengertian pax netherlandica
Demikian yang dapat kami sampaikan kepada anda tentang perbedaan ejaan van ophuijsen dan ejaan soewandi, semoga dengan adanya artikel ini maka bertambahlah wawasan dan pengetahuan anda dalam pelajaran Bahasa Indonesia dan juga mengerti apa itu ejaan van ophuijsen dan ejaan soewandi beserta contoh dan ciri-cirinya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perbedaan ejaan van ophuijsen dan ejaan soewandi

0 comments:

Post a Comment